Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Wawancara PT Bank DKI

Kelas : 4EA14
Nama Kelompok :
Pebrinisa Wilani                      ( 15211519 )
Premita Lisawati                     ( 15211571 )
Putri Nastiti Sintya Dewi        ( 15211652 )
Riska Novila Shandy              ( 18211843 )
Yayuk Lestari                         ( 17211500 )
Sekilas Tentang PT Bank DKI
Bank DKI pertama kali didirikan di Jakarta dengan nama “PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya” sebagaimana termaktub dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas Perusahaan Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya No. 30 tanggal 11 April 1961 dibuat oleh dan dihadapan Eliza Pondaag S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh penetapan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. J.A.5/31/13 Tanggal 11 April 1961 dan telah didaftarkan dalam buku register di kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. 1274 tanggal 26 Juni 1961 serta telah diumumkan dalam tambahan No. 206 Berita Negara Republik Indonesia No. 41 tanggal 1 Juni 1962.
Ruang lingkup kegiatan bank adalah untuk menjalankan aktivitas umum perbankan pada tanggal 30 November 1992, Bank memperoleh ijin untuk melakukan aktivitas sebagai Bank Devisa berdasarkan SK Direksi Bank Indonesia No. 25/67/KEP/DIR. Pada bulan Maret 2004, Bank mulai melakukan kegiatan operasional berdasarkan prinsip syariah berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 6/39/DpbS, tanggal 13 Januari 2004 tentang prinsip pembukaan kantor cabang syariah bank dalam aktivitas komersial bank.
Visi, Misi & Nilai Perusahaan
Visi
Menjadi Bank terbaik Yang Membanggakan
Misi
Bank berkinerja unggul, mitra strategis dunia usaha, masyarakat dan andalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang memberi nilai tambah bagi stakeholder melalui pelayanan terpadu dan professional.
Hasil Wawancara :
Kekuatan :
Kekuatan yang dimiliki oleh PT Bank DKI adalah Bank DKI merupakan milik Pemprov DKI Jakarta yang sahamnya dikuasai oleh DKI. Namun sebagian saham dikuasai oleh Pd. Pasar. Mengapa Pemprov DKI Jakarta membuat PT Bank DKI kuat karena DKI merupakan ibukota Negara Indonesia yang semua transaksi perdagangan terpusat di Jakarta.
Bank DKI juga memiliki peluang untuk melaksanakan proyek-proyek yang ada di pemerintah DKI bahkan untuk tahun depan Pemda DKI aka nada proyek sekitar 74 Triliun, dan hal tersebut merupakan suatu peluang untuk PT Bank DKI.
PT Bank DKI banyak bekerjasama dengan instasi lain seperti TransJakarta, melalui pemanfaatan kartu J.Card dan juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melayani pembayaran pajak kendaraan serta kerja sama dengan Pd. Pasar yang rencananya akan mengeluarkan kartu yang digunakan oleh para pedagang pasar yang dimana para pedagang pasar apabila ingin membayar iuran retribusinya, akan ditangani oleh PT Bank DKI secara langsung.
Peluang:
Semua yang ada di lingkungan Pemprov DKI merupakan peluang bagi PT Bank DKI itu sendiri. Selain itu, PT Bank DKI sudah membuka cabang di luar Jakarta seperti Makassar, Solo, Bandung, Surabaya, Palembang. Rencana tahun ini akan membuka cabang di Balikpapan dan Medan.
PT Bank DKI juga akan membeli akuisisi. Dan ada 2 bank pembangunan daerah yang akan diakuisisi melalui proses yang diharapkan dapat selesai tahun ini.
Kelemahan :
Kendala yang harus dihadapi PT Bank DKI adalah pada Permodalan dan Teknologi. Pemprov DKI telah berjanji akan menambahkan modal baru sebesar 1,6 Triliun yang nantinya akan menjadi diatas 6 Triliun bahkan 30 Triliun. PT Bank DKI mengharapkan, dapat bersaing dengan bank-bank lainnya seperti BCA, BNI, DAN Mandiri.
Sumber Permodalan PT Bank DKI :
Hanya Pemprov DKI dan Pd. Pasar. Namun modal yang lebih dominan memang dari Pemerintah DKI Jakarta.
Ancaman :
Kendala yang dihadapi oleh PT Bank DKI sekaligus menjadi ancaman perusahaan dalam bersaing dengan Bank-bank lainnya, yaitu terletak di masalah permodalan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Maka dalam menghadapi ancaman tersebut PT Bank DKI berupaya untuk mengembangkan strategi perusahaan agar tetap unggul ditengah ketatnya persaingan.
Persaingan/Strategi PT Bank DKI :
Meningkatan pelayanan dan fasilitas adalah nomor satu bagi PT Bank DKI. Selama pelayanan dan fasilitas memadai,  maka pelanggan akan puas dan nyaman. Walaupun dalam meningkatkan pelayanan dan fasilitas memang tidak mudah karena memerlukan investasi yang besar terutama di bidang teknologi.
PT Bank DKI juga memiliki nilai perusahaan :
Komitmen, Teamwork, Profesional, Pelayanan, Disiplin, Kerja Keras, Integritas.
Itulah sedikit ulasan hasil wawancara kelompok kami, dan di sini kami lampirkan bukti foto dengan salah satu perwakilan dari PT Bank DKI yang kami wawancara yaitu Bapak Joko dan Bapak Febru.

Minggu, 25 November 2012

Wawancara Koperasi KOSSUMA DEPOK



Nama               : Premita Lisawati
Kelas               : 2EA14
NPM                 : 15211571
Nama Koperasi  : KOSSUMA DEPOK

Alamat       : Jl. H. Rijin RT 05/11 No. 128 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis Depok 16951


Ini adalah hasil wawancara saya dengan salah satu pengurus yaitu sekertaris Koperasi KOSSUMA



KOSSUMA Depok berdiri sejak tanggal 16 Januari 2006 sebagai “Pilot Projek”Tim Ekonomi PP Salimah. Dengan Akte Notaris Herdianti Witjaksana, SH dan dikeluarkan pada tanggal 28 Juni 2006 No. 03. Badan Hukum No 518/20/BH/KPPS/KANKOP/1.2/VI 2006.  Lalu disahkan oleh Sudin Koperasi dan UKM Kota Depok pada tanggal 30 Juni 2006. Launching KOSSUMA Depok telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2006 dan diresmikan oleh Bapak Drs. Eddy Setiawan MM (Asisten Departemen Urusan Pembiayaan dan Peminjaman Kredit Kementrian Koperasi dan UKM RI).

Koperasi KOSSUMA mempunyai visi dan misi. Visi Koperasi ini adalah sebagai koperasi yang produktif dalam mengoptimalkan potensi wanita di Depok. Dan misinya adalah sebagai mitra usaha wanita dalam mengembangkan ekonomi keluarga.

Lalu tujuan Koperasi KOSSUMA dibentuk adalah untuk membanti usaha kecil dan menengah serta masyarakat khususnya wanita untuk dapat maju dan sejahtera.

Koperasi KOSSUMA mempunyai program sebagai berikut :
a. Jasa pelayanan simpan pinjam
b. Pembiyaan untuk pengembangan usaha (usaha/barang)
c. Investasi dalam kerjasama usaha
d. Pembiyaan untuk barang produktif dan konsumtif
e. Penerimaan dan penyaluran dana sosial

Sistem yang dipakai itu sistem Tanggung  Renteng. Sistem Tanggung Renteng yaitu suatu sistem yang memuat tanggung jawab dan kerjasama diantara anggota satu kelompok untuk menunaikan segala kewajiban anggota terhadap koperasi dengan dasar keterbukaan, dapat dipercaya dan saling mempercayai, sehingga tercapai tujuan koperasi yaitu kemajuan dan kesejahteraan seluruh anggota.

Di Koperasi ini tentu saja ada pembagian Sisa Hasil Usaha atau yang biasa disingkat SHU. Adapun perhitungannya sebagai berikut :
  1. 15% untuk dana cadangan
  2. 23% untuk anggota menurut perbandingan jasa dalam usaha dan tergantung juga dari pendapatan anggota itu sendiri. Jadi semakin besar jumlah pendapatan anggota, semakin besar pula SHU-nya.
  3. 25% untuk anggota menurut perbandingan simpanan
  4. 15% untuk dana pengurus
  5. 10% untuk dana kesejahteraan pegawai
  6. 6% untuk dana kesejahteraan koperasi
  7. 1% untuk pembangunan daerah kerja
  8. 5% untuk dana sosial

Koperasi ini mempunyai anggota yang aktif dan tidak. Dan anggota yang aktif ada yang individu dan kelompok. Satu kelompok biasanya terdiri dari 5-17 orang.  Dan sampai saat ini tercatat ada 17 kelompok.

Karena Koperasi ini memakai sistem tanggung renteng maka keuntungan menjadi anggota Koperasi KOSSUMA sendiri adalah :
  1. Terhindar masalah riba yang jelas-jelas hukumnya haram
  2. Pengembangan usaha bagi yang sudah memiliki usaha
  3. Mendapatkan bagi hasil dari simpan pinjam dan SHU bagi yang aktif berbelanja di Koperasi
Barang-barang yang dijual di Koperasi ini bermacam-macam. Mulai dari makanan beku, makanan ringan, makanan pokok, mainan anak-anak, aksesoris rambut seperti jepitan, kunciran, bando sampai perlengkapan solat.


Dan syarat menjadi anggota Koperasi KOSSUMA adalah :
  1. Membayar pendaftaran Rp. 10.000
  2. Membayar simpanan pokok Rp. 100.000
  3. Membayar simpanan sukarela
  4. Wajib belanja kebutuhan harian dan bulanan di Koperasi KOSSUMA
  5. Ikut serta secara aktif dalam kegiatan yang sudah disepakati oleh kelompok
  6. Berkelakuan jujur, baik dan amanah
  7. Rela berkorban dan bekerjasama antar kelompok dalam rangka sistem tanggung renteng

Untuk menjadi anggota kelompok ada syarat yang harus diutamakan yaitu Muslimah di Kota Depok dan sekitarnya dan pengusaha kecil dan menengah khususnya wanita di sekitar Depok.

Jam Operasional Koperasi KOSSUMA ini Senin sampai Jum'at mulai pukul 08.30 - 16.00. Dan waktu istirahat pukul 12.00 - 13.00 dan hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah TUTUP.

Dan yang terakhir susunan pengurus Koperasi KOSSUMA ini adalah :
Ketua                           : Ratna Munaya
Sekertaris                     : Desi Tri Sundari
Bendahara                    : Laksmita Susidharti, SE
Divisi Simpan Pinjam     : Ir. Uswindraningsih
Divisi Usaha                  : Hj. Anni Rosyidah