Jumat, 11 April 2014

Review : Frozen



Produser : John Lasseter, Peter Del Vecho
Sutradara : Chris Buck, Jennifer Lee
Penulis Naskah : Jennifer Lee
Aktor dan Aktris :
·       Kristen Bell (Anna)
·       Idina Menzel (Elsa)
·       Jonathan Groff (Kristoff)
·       Josh Gad (Olaf)
·       Santino Fontana (Hans)
·       Chris Williams (Oaken)
·       Alan Tudyk (The Duke of Weselton)

Kali ini Disney mengeluarkan film animasi yang pemeran utamanya menggunakan karakter princess dengan judul Frozen. Sebelum lanjut ke sinopsis cerita sebaiknya kita harus tahu dulu siapa saja karakter di dalamya.
Cast Of Character :

Elsa (Idina Menzel)
Terlihat anggun dan pendiam, tetapi kenyataannya ia hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran karena ia dilahirkan dengan kekuatan yang bisa membuat es dan salju hanya dengan tangannya. Setelah hampir membunuh adiknya, Anna, Elsa mengurung diri di kamarnya menghabisan waktu untuk belajar menahan kekuatannya yang semakin hari semakin kuat. Ia takut menjadi monster dan tidak ada satu orangpun termasuk adiknya dapat menghentikannya.

Anna (Kristen Bell)
Putri pemberani dan kadang bertindak tanpa berpikir sebelumnya. Ia adalah orang paling pantang menyerah dan sayang kakaknya, Elsa. Ia sangat ingin kembali bisa bermain dengan Elsa. Ketika Elsa secara tidak sengaja membuat kota Arendelle menjadi musim dingin yang abadi, Anna berpetualang untuk memperbaiki keadaan. Anna bertekad menyelamatkan Elsa dan kerajaannya.

Kristoff (Jonathan Groff)
Ia adalah seseorang yang berprinsip hidup dengan menjual es ke kerajaan Arendelle. Ia punya teman bernama Sven yaitu seekor rusa. Ia lah yang menemani Anna selama perjalannya mencari Elsa.

Sven
Sven adalah teman setia Kristoff, si penarik kereta luncur.

Hans (Santino Fontana)
Hans berasal dari kerajaan tetangga dan datang ke Arendelle untuk mengikuti upacara penobatan Elsa menjadi ratu. Tapi ternyata ada maksud dibalik kedatangannya ke Arendelle. Ia adalah adik dari 12 bersaudara. Saat itu juga Anna pun jatuh cinta pada Hans.

Olaf (Josh Gad)
Diciptakan oleh Elsa, Olaf adalah manusia salju ramah dan bersahabat. Mimpinya adalah merasakan musim panas.

Marshmallow
Manusia salju super besar yang diciptakan Elsa yang bertugas sebagai penjaga keamanan yang melindungi kerajaan es yang ditinggali Elsa.

The Duke of Weselton (Alan Tudyk)
Duke of Weselton sangat ingin dekat dengan ratu baru Arendelle yaitu Elsa dan sampai akhirnya mengetahui rahasia Elsa. Ia adalah orang pertama yang menyebut Elsa monster dan mencoba membuat seluruh kerajaan Arendelle untuk melawan Elsa.

Oaken (Chris Williams)
Ia adalah pemilik Wandering Oaken’s Trading Post and Sauna. Tapi, sejak musim dingin yang menjadikan Arendelle bersalju di pertengahan Juli, ia hanya punya persedian musim panas yang berlebihan.
Sinopsis :
Cerita berawal di sebuah kerajaan yang mempunyai dua putri yang cantik bernama Elsa (kakak) dan Anna (adik). Elsa mempunyai kekuatan untuk bisa menciptakan dan menurunkan salju dari tangannya dan ini adalah kekuatan sejak lahir. Suatu malam tanpa sengaja Elsa mencelakai Anna ketika sedang bermain salju di aula dansa. Dan sejak saat itu ingatan Anna tentang kekuatan Elsa dihilangkan dan hanya disisakan kenangan yang indah indah saja. Seluruh istana ditutup untuk umum. Pintu, jendela dan semua akses dari dalam keluar maupun sebaliknya ditutup. Elsa pun terus mengurung dirinya di kamar untuk meredam kekuatannya itu.
Suatu hari Raja dan Ratu akan pergi berlayar tapi nasib berkata  lain ditengah peralanan kapal yang mereka naiki tenggelam terkena ombak. Lalu 3 tahun kemudian sudah saatnya Elsa diangkat menjadi Ratu di Arendelle. Dan untuk pertama kalinya dalam 3 tahun ini pintu kerajaan dibuka kembali. Bahagianya Anna bukan main dan membayangkan akan bertemu dengan pangeran impiannya. Tapi hal ini tidak berlaku bagi Elsa yang masih khawatir akan terjadi hal buruk pada saat malam penobatan itu.
Malam penobatan pun berlangsung  dan berjalan lancar sampai ketika Anna bertemu dengan Hans dan meminta izin Elsa untuk menikah. Elsa jelas tidak mengizinkan tapi Anna keras kepala dan tanpa sengaja Elsa pun mengeluarkan kekuatannya dan membuat seluruh penduduk Arandelle ketakutan. Elsa pun melarikan diri karena takut akan menyakiti orang orang yang ada disana, dank arena kepanikan Elsa dia tidak sengaja membuat seluruh kota Arendelle tertutup salju.
Anna tidak tinggal diam dia berusaha mengejar Elsa. Pada saat itulah Anna bertemu dengan Kristoff dan keledai peliharaannya, Sven. Selama perjalanan Anna ditemani Kristoff dan Sven. Ditengah perjalanan mereka bertemu Olaf yaitu boneka salju ciptaan Elsa sewaktu mereka kecil. Singkat cerita pada akhirnya menemukan kerajaan ciptaan Elsa di ujung bukit. Anna mengajak pulang Elsa tapi Elsa gamau karena takut akan terjadi hal yang tidak ia inginkan lagi. Anna pun memaksa Elsa dan tanpa sengaja kekuatannya mengenai hati Anna. Elsa pun mengusir mereka dan menakuti mereka dengan Marshmallow monster ciptaan Elsa untuk melindungi kerajaan es miliknya. Sebelum Anna membeku Kristoff membawa Anna kembali ke kerajaan di Arandelle untuk menjadikannya hangat karena Anna hanya bisa hangat dengan cinta sejatinya yaitu Hans pikir Kristoff. Saat sampai di kerajaan ternyata terbongkarlah kalau Hans itu jahat dan hanya memanfaatkan Anna untuk merampas kekayaan di Arendelle.
Tak lama kemudian Elsa kembali ke kerajaan karena rasa sayangnya pada Anna dan tidak mau kalau Anna berubah menjadi es. Kristoff pun begitu karena khawatir dan rasa cinta nya pada Anna ia pun kembali menemui Anna. Pada saat itulah Anna membeku. Elsa memeluknya sambil menangis dan meminta maaf pada Anna. Air mata Elsa yang membasahi Anna pun merubahnya menjadi seperti sedia kala. Tidak hanya Anna, salju di kota Arendelle pun berubah menjadi musim semi lagi. Dan mereka pun sadar ternyata cinta sejati bukan hanya ada antara laki-laki dan perempuan, tapi juga antara keluarga yaitu hubungan adik dan kakak.
Penilaian terhadap film ini bagus berhubung emang saya masih suka film animasi dan gak  melulu tentang percintaan. Saya kasih bintang 4.5 buat film Frozen ini.

Sabtu, 22 Maret 2014

Urban Pizza, Umm


Baru-baru ini saya dan teman makan pizza di Urban Pizza jalan Margonda sebrang kober sih tepatnya.  Dikarenakan rencana kita kuliner di Bogor selalu gagal akhirnya kita memilih yang dekat saja…
Pas baru masuk asik sih tempatnya buat rumpi-rumpi cantik sama ngerjain tugas (kayaknya). Langsung sih kita nyari tempat yang mojok karna ya emang spot pojokan tuh paling asik. Ini kita milih tempat di ruangan non-ac.

Saat mas-nya ngasih menu dan tanpa ba-bi-bu kita yang kelaperan langsung buka menu daaaan ‘waaaaaa’
Pandangan kita langsung tertuju sama Napoli Cheese Pizza. Kejunya itu loh…

Pas liat halaman sebelahnya kita langsung barengan nunjuk Mushroom Chicken Cream Soup. Entah kenapa kalo soal makanan selera kita hampir selalu sama. Apa mungkin ini… #eaa

Lanjut halaman baliknya reaksi kita adalah ‘waaa pisaang! Waa nuttela! Waa ice cream! Waa dessert pizza!’ norak ya kaya monyet ketemu pisang? Ah biarin aja.

Balik halaman terakhir isinya minuman dong dan setelah menentukan apa yang mau dipesan kita panggil masnya. ‘Mas mas’ gitu.
Akhirnya kita mesen Napoli Cheese Pizza yang small karena kita emang cuma berdua, Mushroom Chicken Cream Soup trus minumnya Blue Raspberry dan Peach.
Setelah nunggu beberapa saat tawa-tawa dengan obrolan ga penting tapi bikin ngakak dan udah sempet curcol pula, yang pertama dateng adalah minumannya yaa lucu gitu deh warnanya.

Ga lama kemudian datenglah cream soup yang langsung diserbu oleh perut lapar kami dan rasanya pun yaa lumayan lah walaupun agak sedikit kurang greget.

Akhirnya menu ketiga dateng yaitu Napoli Cheese Pizza ukuran small daaaaaaaaaaaaaaaaaaan jenjeng kita kaget, saling tukar pandang lalu tertawa menyedihkan dikarenakan pizza yang kita bayangkan bisa mengisi perut kita yang kelaparan tapi ternyata ukurannya BENERAN SMALL BANGET. Ini sih buat cemilan doang. tau gitu sih pesen large yang buat 4-6 orang :p

Tapi walaupun begitu tetep ko kita makan walaupun yaa setelah selesai makan kita masih berpikir untuk pesan lagi dan akhirnya kita urungkan niat sampai ‘kapan-kapan’ kita kemari lagi.
Kalo soal rasa enak sih, cuma kalo buat ngenyangin perut… pikir-pikir lagi deh yaa kalo lagi laper banget sih kalo bisa jangan kesini. Tapi kalo emang niatnya mau rumpi-rumpi sambil nyemil gapapa enak tempatnya!

Jumat, 21 Maret 2014

Miiko!


Miiko!
Sumber : google.com
Akhirnya yaaaaaaaa Hai, Miiko! 26 terbit jugaa. Setelah nunggu sekian lama dari buku 25 itu terbit. Dari awal baca komik ini emang udah jatuh cinta banget. Abis gemes banget banyak cute moment Miiko - Tappei. Kalo udah baca bisa cekikikan sendiri malah pernah sampe nangis gara gara sedih hahaha. Langsung aja yah dikenalin sama karakternya :
Sumber: google.com
Ini diaa karakter utamanya namanya Yamada Miiko biasa dipanggil Miiko. Ini dia mirip anak gembala deh selalu riang serta gembira. Badannya kecil pendek. Suka makan, suka nyeplos, baik,, dan polos. Dia tuh gatau kalo Tappei sama Yoshida suka sama dia. Tapi entah gimana Tappei selalu yang dipikirannya kalo butuh apa-apa.

Sumber: tumblr.com
Eguchi Tappei. Dia nih yaa tipe cowok baik, pemalu, gabisa ngungkapin perasaannya dia yang sebenernya. Sering kasar ke Miiko padahal sebenernya peduli banget. Apalagi kalo Miiko ada masalah pasti selalu bantuin. Keras kepala gamau ngalah, suka cemburu kalo Miiko deket sama Yoshida *kalo udah baca komiknya ngebayanginnya gemes banget*
Sumber: google.com
Shimura Mari. Sahabat Miiko orangnya emosian. Tingginya hampir sama sama Miiko cuma beda beberapa cm doang. Kepala batu banget gamau ngalah dan gamau disalahin. tapi sebenernya baik ko setia kawan. Suka banget bikin komik dan Miiko jadi asistennya.
Sumber: google.com
Ogawa Yuuko. Sahabat Miiko dan Mari-chan. Paling sabar diantara karakter-karakter lain, pendiem, baik, perhatian, suka nolong. Pokonya malaikat tak bersayap deh. Yuuko pacaran sama Kenta.

Sumber: google.com
Satou Kenta. Kenta ini pacarnya Yuuko sahabat Tappei. Orangnya periang,. Tuluuuuus banget sayangnya sama Yuuko. Dia ini pernah satu tempat penitipan anak sama Miiko. Dia suka bantuin di toko roti orangtuanya karna nanti cita-cita dia jadi tukang roti nomor satu di Jepang.
Sumber: google.com
Yamada Mamoru. Adik laki-laki Miiko. Lebih rajin ngurus rumah daripada Miiko, sayang keluarga tapi Miiko sering bikin repot.
Sumber: google.com
Yoshida Ikuya. Murid pintar di kelas Miiko terus suka sama Miiko. Cemburu banget sama Tappei kalo lagi deket sama Miiko. Berusaha ngungkapin jujur isi hatinya tapi tetep aja Miiko ga peka haha. baik bener deh orangnya.
Suka bangeeet sama cerita Miiko ini dibaca berulang-ulang pun ga bosen. Banyak cute moment Miiko-Tappei, gemesin. Pokoknya kalo udah baca Miiko bisa gemes sendiri deh.
Cute moment Miiko-Tappei :



Sumber: tumblr.com
sumber: tumblr.com

Sumber: google.com
Sumber: google.com
Sumber: google.com
Sumber: google.com
Sumber: google.com
Sumber: google.com

Sumber: google.com

Sumber: google.com
Iniiiiiiiii paling gemes gatau kenapa gakuat. Coba beneran ada cowok kaya Tappei yah galak, gabisa ngungkapin yang sejujurnya tapi sebenernya peduli sama Miiko. Aduh gemes ga ilang-ilang sama Tappei lah.

Minggu, 03 November 2013

SEGMENTASI PASAR


1.     MELISA RIZKI                          (14211422)
2.     PRATIWI OKTAVIANTY          (15211564)
3.     PREMITA LISAWATI              (15211571)
4.     YAYUK LESTARI                      (17211500)
5.     AJENG ASTIKA                        (1A212008)

SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar.
Segmentasi pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi pemasaran tiga tahap yaitu :
1.     Tahap pertama : Market Segmentation
Adalah membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang homogen.
2.     Tahap kedua : Target Market and Marketing Mix Selection
Adalah memilih satu segmen atau lebih untuk dijadikan target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang khusus yaitu produk, harga, saluran, dan atau daya tarik promosi khusus untuk setiap segmen yang berbeda.
3.     Tahap ketiga : Product / Brand Positioning
Adalah menentukan posisi produk sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang dibidik sebagai produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai penawaran bersaing lainnya.


Dasar Segmentasi Pasar
Dalam menyusun strategi segmentasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih dasar yang paling tepat untuk membagi pasar. Sembilan kategori utama karakteristik konsumen yang menjadi dasar untuk melakukan segmentasi adalah :
1.   Segmentasi Geografis
Pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain.
Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan atau bermacam-macam makanan lebih baik di satu daerah daripada di berbagai daerah lain. Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.
Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media lokal, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan majalah.

2.   Segmentasi Demografis
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain :
§  Usia
§  Gender (Jenis kelamin)
§  Status perkawinan
§  Pendapatan, pendidikan, pekerjaan dsb
Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variable segmentasi lain. Berbagai variable demografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.
3.   Segmentasi Psikologis
Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variable psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan dan sikap.

4.   Segmentasi Psikografis
Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests) dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

5.   Segmentasi Sosial Budaya
Berbagai variable sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variable sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya dan keanggotaan lintas budaya.

6.   Segmentasi Terkait Pemakaian
Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan dan bukan pemakai produk, jasa atau merek khusus.

7.   Segmentasi Situasi Pemakaian
Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variable segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.

8.   Segmentasi Manfaat
Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.

9.   Segmentasi Gabungan
Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah :
a.     Profil Psikografis-Demografis
Profil psikografis dan demografis merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan memberikan hasil maksimal jika digunakan bersama.
b.     Segmentasi Geodemografis
Jenis segmentasi gabungan ini didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan kebiasaan konsumsi yang sama.
c.      VALS 2

VALS (Value, Attitude, and Lifestyle/ Nilai, Sikap dan Gaya Hidup) merupakan sebuah metode segmentasi pasar yang bersifat psychographic. Diciptakan pada tahun 1970 untuk menerangkan dan memprediksi nilai dan gaya hidup serta konsumsi masyarakat Amerika Serikat. Terdapat dua inventarisasi yang dikembangkan yaitu, VALS 1, yang didasarkan pada teori motivasi Maslow dan pengembangan psikologi, sedangkan VALS 2 dikembangkan untuk mengukur pola pembelian konsumen. Hasil inventarisasi pikografik dengan VALS 1 ini mendapatkan sejumlah kritik, yang kemudian SRI diperbaharui melalui VALS 2. Tujuan dari VALS 2 adalah untuk mengidentifikasi hubungan yang spesifik antar sikap konsumen ddan perilaku pembelian. Survey yang dilakukan di Amerika untuk pasar konsumen dengan VALS 2 dikelompokan dan dideskripsikan sebagai berikut :
·         Actualizers
Kelompok ini mempunyai sumber daya yang berlebih dengan berfokus pada prinsip dan tindakan. Aktif, bertanggungjawab dalam mengekspresikan selera, berkarakter dan mandiri.
·         Fulfilleds
Mempunyai sumber daya berlimpah dengan berfokus pada prinsip.Dewasa, bertanggungjawab, berpengetahuan luas yang praktis.
·         Believers
Mempunyai sumber daya yang lemah dan berfokus pada prinsip. Bersifat tradisional dan materialistik, gaya hidupnya mudah ditebak yang terikat pada keluarga dan gereja.
·         Ahievers
Kelompok ini mempunyai sumber daya berlebihan dan berfokus pada status. Individu yang berorientasi terhadap karir ini sangat sukses, termasuk kurang berani mengambil risiko.
·         Strivers
Kelompok ini memiliki sumber daya yang lemah dan berfokus pada status. Cenderung impulsif dan mengikuti zaman.
·         Experiencers
Kelompok ini mempunyai sumber daya yang berlebihan dan berfokus pada tindakan. Masih muda dan antusias, menyukai olahraga serta berani mengambil risiko.
·         Makers
Memiliki sumber daya yang lemah dan berfokus pada tindakan praktis. Konservatif, berfokus pada keluarga, yang bekerja dengan tangannya.
·         Strugglers
Kelompok ini umumnya miskin, berpendidikan rendah, hanya memiliki sedikit sumber daya dan harus berfokus pada hidup untuk sesaat. Sistem VALS secara lebih tegas memfokuskan pada usaha menjelaskan perilaku membeli konsumen.

 
Tabel 1. Contoh-Contoh Kelompok Dari Segmentasai Pasar
SEGMENTASI PASAR
VARIABLE SEGMENTASI
SEGMENTASI GEOGRAFIS
Wilayah
Jawa, Sumatra, Kalimantan
Ukuran Kota
Daerah metropolitan, kota, desa
Kepadatan Wilayah
Perkotaan, pinggiran kota, pedesaan
Iklim
Panas, Hujan, Lembab
SEGMENTASI DEMOGRAFIS
Umur
Dibawah 11, 12-17, 18-34, 35-49, 50-64, 65-74, 75-99, 100+
Jenis Kelamin
Laki-laki, Perempuan
Status
Belum menikah, sudah menikah, bercerai, tinggal bersama, janda
Pendidikan
Pelajar, lulusan SMA, mahasiswa, lulusan perguruan tinggi, pascasarjana
Pekerjaan
Professional, pekerja kasar, pegawai kantoran, petani, anggota militer
SEGMENTASI PSIKOLOGIS
Kebutuhan
Tempat berlindung, keselamatan, keamanan, rasa kasih sayang, harga diri
Kepribadian
Ekstrovert, intovert, agresif, pencari hal baru, kurang peka
Persepsi
Beresiko rendah, beresiko sedang, beresiko tinggi
Pembelajaran
Keterlibatan tinggi, keterlibatan rendah
Sikap/Perilaku
Baik (positif) , buruk (negatif)
SEGMENTASI PSIKOGRAFIS
Lifesyle
Economic minded, outdoors
SEGMENTASI SOSIAL BUDAYA
Kebudayaan
American, Chinese
Agama
Katolik, Protestan, Islam, Hindu, Budha
Etnik
Jawa, Sunda
Kelas Sosial
Bawah, menengah keatas, atas
Siklus Kehidupan Keluarga
Bujangan, menikah